BERAWAL DARI KETERBATASAN,DAN MUNCUL DALAM KHAYALAN ALAM PIKIRAN DAN MENDORONG KEINGINAN YANG DIIKUTI DENGAN USAHA UNTUK MEWUJUDKANNYA.
JIKALAU KAU NANTI LEBIH TINGGI DARI RAJA NIKMATI HIDUP DENGAN BLANGKON DIKEPALA


Korek - Korek Disini

Senin, 13 Desember 2010

PESONA CAHAYA DZIKRULLAH

Bismillaahirrahmaanirraahiim
Setiap orang, siapapun dia dan apapun status sosialnya pasti mendambakan suatu kehidupan yang bahagia. Dan karena kebahagiaan itu identik dengan ketenangan batin maka setiap orang itu pasti mendambakan ketenangan batin. Sementara ketenangan batin itu sendiri hanya didapat dengan dzikrullah, yaitu dengan banyak-banyak berdzikir kepada Allah. Perhatikan Firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 28 yang artinya : “Ingatlah, dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”. Kemudian Firman-Nya di dalam surat Ash-Shaff ayat 1 yang artinya : “Telah bertasbih kepada Allah apa-apa yang ada di langit dan di bumi.”

Dzikrullah itu menyinari hati dan membersihkan dari kotoran jiwa dan menuntunnya ke arah jalan yang benar serta merupakan benteng dari was-was Syetan. Orang yang selalu berdzikir kehidupannya tidak akan pernah merasa terancam dan tidak akan pernah merasa khawatir. Kecemasan akan menjauhi orang yang senantiasa ingat kepada Al-Khalik, Sang Maha Pencipta, senantiasa ingat kepada Dia yang Maha Dzat, yaitu Allah SWT karena orang yang dzikrullah merasakan Allah SWT selalu dekat dengannya. Sebaliknya ketika kita jarang ingat kepada Allah, hati ini akan terasa kering dan gersang.

* Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini :

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kamu (dengan menyebut nama Allah), dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab : 41 - 42)

* Kemudian Firman-Nya :

“Maka sebutlah Allah dalam keadaan berdiri dan di waktu duduk dan berbaring.” (QS. An-Nisaa : 103)

Sekarang perhatikan Hadist-hadist Rosulullah SAW setentang keutamaan Dzikrullah.

* Didalam sebuah Hadist dikatakan Rosulullah SAW ditanya oleh Sahabat :

“Manakah hamba yang paling tinggi drajatnya disisi Allah pada hari Kiamat ? “Rosulullah menjawab : “Orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

· Dalam sebuah riwayat dikatakan, bahwa dari Muhammad bin Ka’ab Al-Qardliy, Nabi Musa pernah bertanya :

“Ya Tuhanku, siapakah mahluk-Mu yang paling mulia disisi-Mu ? Allah menjawab : “Orang yang lidahnya senantiasa basah menyebut (mengingat) nama-Ku.” (HR. Baihaqi)

* Bersabda Rosulullah SAW :

“Maukah kamu aku ceritakan tentang amal yang lebih baik dan lebih bersih disisi Tuhanmu dan lebih meninggikan derajat kamu. Lebih baik daripada infaq uang dan emas. Lebih baik daripada bertempur melawan musuh, kamu memukul mereka dan mereka juga memukul leher kamu. Para Sahabat menjawab : Ya, tentu saja ya Rosulullah. Rosul lalu bersabda : “Dzikirlah kamu untuk mengingat Allah.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Dzikir bukan saja menimbulkan kekuatan luar biasa yang membuat ketenangan batin, ketentraman hati atau kenyamanan jiwa melainkan juga akan membuat seseorang terkendali perilakunya. Yaitu dengan kendali garis ketentuan Allah berupa perintah-Nya dan larangan-Nya. Artinya setiap perbuatan, perilaku dan setiap tindakan senantiasa disandarkan pada ajaran agama.

Kita ingat kisah popular tentang contoh dzikrullah seperti kisah Khalifah Umar Ibnu Khatab yang menguji seorang anak pengembala domba. Sayyidina Umar meminta agar anak itu menjual seekor dombanya dan dikatakan untuk tidak usah takut pada majikannya karena dia (sang majikan) pasti tidak akan tahu. Anak itu menolak seraya berkata : “Memang dia (majikanku) tidak akan tahu, tetapi Allah mengetahuinya”. Di dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa anak itu berkata : “Faainallah ?” (Lalu dimana Allah ?) Subhanallah ! Berkat Pesona Cahaya Dzikrullah, anak sekecil itu menyadari sekali betapa Allah SWT Maha Tahu apa yang kita lakukan baik yang di dalam hati (tersembunyi) maupun yang terang-terangan. Perhatikan Firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an : Yang artinya : “Katakanlah, meskipun kamu sembunyikan apa yang ada di dalam hatimu ataupun kamu perlihatkan, pasti diketahui juga oleh Allah SWT. Dia mengetahui apa yang ada di langit maupun di bumi.”(QS. Al-Imran : 29)

Dzikrullah akan membawa ketenangan batin karena ingat kepada Allah berarti ingat akan kekuasaan-Nya. Problema sebesar apapun, masalah seberat apapun itu sesungguhnya sangat kecil di dalam pandangan Allah SWT. Depresi, Stress dan penyakit semacamnya itu sangat jauh untuk menimpa orang yang suka dzikrullah. Rumah-rumah orang yang melakukan dzikrullah akan bercahaya bak bintang yang berkedip di malam hari. Sahabat Abu Hurairah ra menyampaikan Sabda Rosulullah SAW sebagai berikut : “Bahwa Allah SWT akan menerangi rumah orang yang berdzikir hingga rumah itu akan terlihat oleh penduduk langit.” Dan Sabdanya pula : “Sesungguhnya penghuni langit melihat rumah-rumah ahli dzikir yang diterangi oleh berdzikir mereka. Sinar itu bercahaya seperti bintang bagi penduduk bumi.”Subhanallah ! Berkat Pesona Cahaya Dzikrullah, Allah SWT akan menerangi rumah-rumah kita dengan cahaya yang bak bintang yang berkedip di malam hari sehingga terlihat oleh penduduk langit dan sinar yang bercahaya itu seperti bintang bagi penduduk bumi….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo..